Sebuah fenomena yang tidak bisa di pungkiri seorang ruru harus mengajar beberapa bidang studi sekaligus, contohnya guru pendidikan agama Islam(PAI) mengajar bidang studi olah raga, itu disebabkan untuk bidang olah raga pada sekolah tersebut tidak ada seorang guru yang ijazah olah raga. namun dilain pihak guru ganda dibingungkan dengan kompetensi yang dimilikinya untuk bidang olah raga. Namun demikian bukan guru pai dengan olah raga, malah guru yang lainnya, guru matematika mengajar komputer, guru biologi dengn bahasa inggris bahkan bukan dua bidang studi ada yang sampai empat bidang studi dikarenakan kurangnya guru yang mempunyai kompetensi dibidangnya pada sekolah tersebut. Kementrian pendidikan dan Kementran agama belum signifikan mengurusi kompetensi mereka, pelatihan-pelatihan untuk guru ganda belum ada sampai sekarang. Contoh kementrian agama yang didalamnya mengurus tentang penddikan Islam (PENDIS)belum pernah mengadakan pelatihan bahasa Arab khususnya bahasa arab islam klasik seperti kitab kuning dsb malah guru agama berada di naungan kementrian pendidikan diurus oleh kementrian agama,kenapa kementrian agama tidak pernah mengurusi kompetensi guru PAI, seharusnya kementrian agama harus pokus pada kompetensi guru PAI karana pendidikan islam yang sekarang ini dijalankan oleh kementrian agama berkiblat pada barat terbukti dari mulai kurikulum dan materi pembelajaran masih menggunakan teori belajar ala barat, ada yang lebih lucunya lagi teori belajar barat diislam-islamkan. contohnya dirapot mengunakan teori bloom dalam ranah kognitif, psikomotor, dan afektif ya pastilah afektifnya tidak bisa dikembangkan karna afektif berwujud non fisik dan itu bertentangan dengan barat. sebenarnya kementrian agama harus berkiblat ketimur mengunakan teori Islam dan orang Indonesia belum mengembangkan teori belajar Islam yang ada teori belajar ala barat diislamkan, teori belajar Islam seperti malakah yang pernah diajarkan Ibn khaldun yang didalamnya ada kognitif,motorik dan afektif tak pernah dikembangkan. kita berharap kementerian agama khususnya PENDIS harus membuka mata untuk pendidikan agama khususnya guru PAI, ini akan menentuukan akhlak dan genrasi penerus bangsa dan negara, PENDIS harus melihat sekarang ini akhlak islam yang pada umat adalah akhlak islam yang dasarnya adalah pendidikan barat. jadi bukan akhlak islam yang sebenarnya sehingga tercetus dimasyarakat islam KTP. Tekait dengan Guru ganda guru PAI bisa mengajarkan seluruh bidang studi yang lain karna pada dasarnya guru PAI memiliki kopentensi pedagogik dalam bidang tersebut dalam agamanya. Yang dikuatirkan apa bila guru PAI sudah dipengaruhi dengan kurikulum, peraturan, tindak tanduk ala barat maka pendidikan Islam hanya tinggal pendidikan Islam KTP yang otodidaknya diperolah dari barat. Subahanallah... Orang yang mempunyai pendidikan tinggi tapi tanpa akhlak tak ada gunanya di mata individu, masyarakat, negara dan dunia Islam. Apakah ini yang dikatakan islam itu akan punah dengan berlahan-lahan? Sungguh kementrian agama sangat besar tak bisa melihat yang keci-kecil, seperti manusia sangat besar bila dibandingkan dengan kuman yang tangannya tak kelihatan oleh manusia yang siap menusukkan racun, mungkin manusia itu akan kesakitan,infeksi dan bahkan akan membinasakan manusia itu. Oleh sebab itu guru ganda merupakan Multi fungsi khususnya PAI selain mengislamkan akal juga mengislamkan hati.
Daftar Pustaka
(emaiaja... ari.tandam@gmail.com)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar